Cara Setting WiFi (Router) Rumah Yang Lebih Aman!



Saat Tim SolusiJeli Komputer melakukan kunjungan ke rumah Klien, masih banyak menjumpai setting WiFi yang kurang aman bahkan cenderung berbahaya. Padahal, dengan hanya mengubah beberapa settingnya, kamu bisa lebih mengamankan WiFi di rumah kamu. Mau tahu apa setting apa saja? Simak informasi berikut ini ya.


Jika kamu butuh bantuan dalam men-setting WiFi di rumah, ingin menambah router baru untuk memperluas jangkauan sinyal, ingin mengecek keamanan WiFi, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan jaringan internet, bisa menghubungi SolusiJeli Komputer di nomor WhatsApp 0816840150. Kita memberikan layanan / jasa networking (jaringan) untuk rumah, kost-kostan, kantor kecil sampai menengah, tempat usaha, dll. Kita siap membantu kamu!


Beberapa setting router yang direkomendasikan oleh SolusiJeli Komputer untuk meningkatkan keamanannya antara lain:

  1. Ganti Default SSID dan Password

  2. SSID Jangan Pakai Nama Kita atau Alamat Rumah

  3. SSID Setiap Router Berbeda

  4. Jangan Pakai Karakter “Aneh” (ASCII) SSID-nya

  5. Minimum Security WPA2 Personal

  6. Password Pakai Angka, Huruf Besar, Huruf Kecil

  7. Ganti Password Admin Router

  8. Ganti IP Address Router

  9. Cek Berkala Daftar Pengguna

Untuk penjelasan lebih detilnya bisa kamu baca di bawah ini ya.


Ganti Default SSID dan Password

SSID (nama sinyal WiFi) dan Password Default bawaan dari router sangat sulit disebutkan dan dihafalkan. Selain itu, password ini lebih mudah untuk diretas. Wajib diganti agar lebih aman dan ada personalisasi WiFi-nya.


SSID Jangan Pakai Nama Kita atau Alamat Rumah

Hal ini berbahaya karena mempermudah untuk diidentifikasi oleh orang jahat atau yang tidak berkepentingan. Misalnya penipu yang datang ke rumah bilang mencari Bapak Andy Lau. Dia tahu nama pemilik rumah hanya dengan melihat sinyal WiFi AndyLau_House. Atau pencuri yang mematikan aliran listrik di rumah. Jika sinyal WiFi B1/20 sudah hilang, berarti listrik di rumah sudah mati. CCTV pun berarti sudah mati. Ada petunjuk tambahan untuk mereka tentang kondisi rumah.


SSID Setiap Router Berbeda

Jika ada beberapa router, pastikan SSID setiap router berbeda. Sering kali, HP atau devices lainnya masih berusaha untuk tetap terkoneksi ke router A, padahal sebenarnya ada sinyal dari router B yang lebih kuat. Jika SSID sama semua, kita akan kesulitan memilih router mana yang sebenarnya lebih dekat dengan posisi kita.


Jangan Pakai Karakter “Aneh” (ASCII) SSID-nya

Beberapa devices, misalnya printer yang terkoneksi dengan WiFi, akan kesulitan (bahkan tidak bisa terkoneksi) jika SSID menggunakan karakter yang tidak umum. Pastikan cukup menggunakan huruf-huruf biasa saja untuk SSID.


Minimum Security WPA2 Personal

Untuk keamanan yang berimbang, untuk pengguna rumahan, sebaiknya pilih password dengan tingkat keamanan WPA2 Personal (WPA2-PSK). Kalau dibawah itu, ada beberapa device yang biasanya akan terus memperingatkan bahwa koneksi kita tidak aman dan minta ganti. Jika terlalu tinggi atau ingin lebih tinggi tingkat keamanannya, butuh alat khusus dan tingkat kerepotan yang lebih. Pengguna rumahan, WPA2-PSK sudah cukup.


Password Pakai Angka, Huruf Besar, Huruf Kecil

Password 123456789, asdfghjkl, abcdefghij sangat mudah untuk ditebak dan retas. Sebaiknya password yang kita pilih mengandung karakter yang berupa angka, huruf besar dan huruf kecil. Jika tetap ingin mudah diingat, bisa juga pakai Dari1Sampai9, 12TigaEmpat, atau sesuaikan dengan kesukaan masing-masing. Semakin sulit ditebak, semakin baik.


Ganti Password Admin Router

Secara Default, biasanya username - password untuk routernya:

Admin - admin | admin - admin | User - user | user - user

Jika memungkinkan, ganti username dan passwordnya. Jika tidak bisa, minimal passwordnya diganti. Hal ini untuk menjaga agar orang yang tahu password WiFi tidak bisa mengubah-ubah settingan router. Misalnya mengganti-ganti nama sinyal dan password WiFi, membuka port-port tertentu, melakukan phishing, dll.


Ganti IP Address Router

Biasanya, secara Default, IP Address router kita itu 192.168.1.1 atau 192.168.0.1

Kalau orang mau mencoba mengotak-atik, pasti itu IP Address yang pertama kali dicoba. Selain itu, banyak website-website palsu yang mencoba menipu kita agar kita memasukkan data WiFi kita. Misalnya 192.168.1.l. Ini alamat yang salah karena karakter terakhir bukan 1 tapi huruf L kecil.


Cek Berkala Daftar Pengguna

Pastikan secara berkala kita mengecek daftar pengguna (devices) yang terkoneksi dengan jaringan WiFi kita. Biasanya disetiap router ada fitur ini, atau bisa juga menggunakan software khusus. Hal ini untuk menjaga, takutnya ada tetangga atau orang lain yang menggunakan WiFi tanpa seizin kita. Bahkan yang lebih berbahaya ada IP Camera yang disembunyikan tanpa sepengetahuan kita dan disambungkan ke WiFi rumah agar pelakunya bisa melihat dan mengontrol secara real time dari mana saja.


Selain itu, ada beberapa hal tambahan yang dapat dilakukan:

  • Atur VLAN Jika Banyak Router & Pengguna

  • Cek Port Forwarding (CCTV atau alat lain)

  • Sembunyikan (Hide) SSID

  • Gunakan Fitur MAC Filtering

  • Ganti Berkala Password WiFi-nya

Untuk hal-hal diatas, tergantung kebutuhan saja. Jika dirasa tidak perlu, bisa tidak dilakukan. Untuk melakukan hal-hal ini, ada yang butuh pengetahuan khusus, ada yang membuat lebih repot, ada yang membuat kita harus mengatur berkala, dll.


Keseluruhan cara yang dijelaskan di postingan ini tidak dapat menjamin koneksi WiFi di rumah kamu aman. Tapi, dengan melakukan cara-cara ini, dapat membuat orang yang tidak terlalu paham jadi kesulitan. Orang yang lebih paham jadi butuh waktu dan tahapan yang lebih untuk mengotak atik WiFi kita. Ada banyak hal lain yang dilakukan untuk menambah tingkat keamanan, tapi biasanya akan lebih

sulit/repot dilakukan. Tingkat keamanan berbanding lurus dengan tingkat kerepotan.


Ingat ya. Jika butuh bantuan untuk mengecek koneksi WiFi di rumah, cek settingnya, posisi penempatan router, daftar pengguna, mengganti-ganti settingnya, atau hal lainnya, bisa menghubungi kita, SolusiJeli Komputer, di nomor WA: 0816-840-150.


SEMOGA BERMANFAAT!